Warta‎ > ‎

Kolom



Artikel Dakwatuna

Artikel Al-Intima

Bahaya Laten CEDAW Bagi Keluarga Indonesia

diposting pada tanggal 29 Des 2013 19.09 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui29 Des 2013 19.10 ]


ilustrasi pria dan wanita
Fenomena masa kini, wanita akan merasa bergembira karena saat ini pertumbuhan  wanita karier meningkat tajam, wanita menjadi direktur di sebuah perusahaan besar adalah lumrah, begitu juga ketika seorang wanita mencalonkan menjadi presiden itu sah-sah saja.

Tetapi, disamping kegembiraan itu, kita pun disuguhi pemandangan, anak-anak broken home, kawin cerai sudah biasa di masyarakat kita, angka aborsi meningkat, anak yang lahir di luar nikah sudah tidak bisa dihitung jari, KDRT makin menjadi, dan lain sebagainya. Ada apa ini? Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa wanita masih rentan dari diskriminasi dan kekerasan gender?

CEDAW DAN BAHAYA LATENNYA

Mungkin tidak banyak yang tahu tentang CEDAW (Committee on the Elimination of Discrimination against Women). Di mana kaum feminis yang membawa misi “Anti diskriminasi pada perempuan” dengan mulus mendapatkan restu dari PBB. Tujuan dari pendirian lembaga ini adalah untuk membuat sebuah komite dalam rangka menghapuskan diskrimasi kepada wanita apapun bentuknya.

Bagaimana sepak terjangnya selama ini untuk melindungi wanita dari diskriminasi? Apakah keberhasilan yang telah dicapainya? Bagaimana kondisi para wanita masa kini di bawah perlindungan CEDAW?

Tahukah Anda? CEDAW didirikan oleh penggiat feminis di dunia sudah berdiri sejak 33 tahun yang lalu. Isu sentral yang diangkat oleh CEDAW ada tiga, isu anak, isu kesetaraan gender dan isu diskriminasi pada wanita.

Fakta yang mencengangkan dari lembaga yang katanya berusaha mengadvokasi masalah wanita ini adalah, “Barat lewat CEDAW, tidak menginginkan anak wanita menjadi seorang ibu!”  Padahal kita tahu, di dalam agama manapun menjadi seorang ibu adalah fitrah yang tidak bisa ditolak.

CEDAW, terutama saat konvensi ini lahir pada tahun 1979 banyak kejangggalan dan bahaya dari isi konvensi yang kini dinilai banyak mempengaruhi  isi Draf RUU Kesetaraan Gender (KKG).[dikutip dari Hidayatullah online]

Ada beberapa tahapan agenda CEDAW, dari mulai menciptakan opini umum sehingga mereka menjadi pusat perhatian nasional maupun internasional,  membentuk public discussion tentang agenda mereka, membuat peraturan undang-undang, sampai kepada menekan negara-negara sampai mau menerima keputusan mereka.

Tahun 1984 Indonesia ikut menjadi negara yang meratifikasi keputusan dalam konvensi mereka. Maka, boleh jadi kampanye pembagian kondom gratis kepada seluruh lapisan masyarakat terutama pengguna pemula (remaja/anak-anak sekolah) ada kaitannya dengan dana-dana yang mereka bagikan secara besar-besaran lewat kampanye kondom.

Di sisi lain banyak kemajuan yang dilakukan oleh wanita dengan kesetaraan gender ini, tetapi kemunduran keluarga pun banyak terjadi. Para pegiat Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) terus menyuarakan hak-hak mereka, dengan membawa sejumlah poster.

Akibat dari CEDAW ini sendiri jumlah angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) justru semakin menaik tajam.

Apa pasal? Salah satunya adalah karena sekarang banyak fenomena wanita dan laki-laki menjadi saingan, menjadi rival dan sebagainya, wanita aborsi, wanita selingkuh, wanita mati usia dini, wanita korban KDRT terus terjadi, suami korban mutilasi, rumah tangga terancam cerai, anak-anak menjadi korban ulah orang tuanya. Belum lagi legalisasi kondom yang dikampanyekan untuk mencegah tingkat aborsi yang semakin tinggi, kampanye sex aman dan sebagainya.

Alih-alih ingin melindungi hak azasi wanita dari diskriminasi dan kesetraan gender, justru saat ini rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah pun semakin jauh dari harapan.

SOLUSI

Apa solusinya? Solusinya cukup mudah sebenarnya. Setiap keluarga kembalilah kepada fitrah Islam. Islam agama yang sempurna. Islam telah mengatur bagaimana cara umat memandang keluarga. Islam juga mengatur tanggungjawab umat untuk melindungi keluarga sejak awal pembentukannya. Islam juga mengatur hubungan suami istri, aturan-aturan baku hubungan laki-laki dan wanita dan sebagainya.

Dengan kembali kepada fitrah Islam, seluruh anggota keluarga dan masyarakat akan terlindungi hak-haknya karena Allah yang akan menjaga keluarga dan masyarakat dari kerusakan.

Keluarga, adalah sebuah institusi terkecil dalam negara ini. Sebagai partai kader yang mengusung keharmonisasian keluarga, dalam praktik berkaryanya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sangat konsen kepada masalah-masalah yang dihadapi wanita, anak-anak dan keluarga. Lewat program unggulan Bidang Perempuan PKS, Pengarus Utamaan Keluarga (PUK), PKS membuat berbagai macam seminar, workshop dan pelatihan yang mengedukasi masyarakat agar tercipta keluarga yang kuat dan harmonis.

Program Pengarus Utamaan Keluarga terus dilakukan oleh Bidang Perempuan PKS di seluruh Indonesia dan seluruh dunia. Sedikit demi sedikit melakukan pendekatan persuasive, mengedukasi masyarakat dengan pendekatan-pendekatan cultural dan religius. Semoga, rakyat Indonesia semakin kuat ketahanan keluarganya yang akan menyebabkan kuatnya benteng negara ini. 


Penulis: Sri Widyastuti, Johor Bahru, Malaysia

Qurban Pertama Afra

diposting pada tanggal 18 Okt 2013 10.06 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui18 Okt 2013 10.07 ]


sapi qurban Afra
"Nanti mah aku mau qurban sendiri..." ujar Afra hampir setahun yang lalu. Saat itu saya hanya tersenyum. "Disangkanya qurban itu murah mungkin ya" pikir saya waktu itu. 

Dan obrolan itu pun menguap dari benak saya, hingga sebelum ramadhan kemarin Afra bertanya, "Berapa harga hewan qurban, Mi?" 

"Tahun kemarin sih, sapi 1,3jt. Kambing bisa lebih murah, tergantung nyarinya." Jawab saya. Biasanya saya beli kambing di teman yang bisa memberi harga lumayan lebih murah.

"Oh.." jawabnya pendek.

Rupanya selama itu Afra mengumpulkan uang dari berbagai aktivitas. 

Dia membeli jelly bubuk berboks-boks seharga ratusan ribu. Lalu membuat es jelly dan menjualnya di lapang. "Mumpung lagi murah Mi, biar untungnya gede" begitu katanya waktu saya tegur. Soalnya, stok jellynya bisa untuk jualan setahun heu... heu...

Dia juga mengumpulkan upah dari berjualan sosis. Sering juga dia jalan kaki dari angkot ke rumah, agar jatah ojeknya bisa dia simpan. Tak jarang Afra menawarkan diri mencuci mobil, sehingga uang untuk mencuci mobilnya bisa dia dapatkan.

Dia juga merayu Arsyad untuk membagi tugasnya sebagai pustakawan, sehingga upah sebagai pustakawan dia peroleh sebagian. (Saya kadang mengupah mereka untuk pekerjaan-pekerjaan ekstra). Dan Afra selalu jeli melihat peluang. Itu sebabnya, dia selalu punya uang untuk membeli hadiah untuk yang lain, atau membeli berbagai hal yang dia inginkan.

Afra sering menitipkan infaq untuk Mesir, Palestina, dan negeri yang tertimpa bencana. Beberapa bulan lalu Afra menyumbangkan sebagian besar uangnya untuk pembuatan toilet masjid. Praktis hal itu membuat tabungannya berkurang drastis. Rupanya dia khawatir kalau uangnya tidak akan cukup untuk membeli hewan qurban.

Tinggal 3 bulan lagi dan tabungannya tinggal 600rb. "Ya gapapa, kalau kurang nanti ummi tambahin" kata saya waktu itu. "Hmm..bisa lah..dari sini dari sana dari situ masih bisa ngumpulin.." ujarnya super optimis.

Menjelang Iedul Adha, harga hewan ternak melonjak tajam. Harga 1/7 sapi sekitar 1,8 - 2 juta. Saya tanya, "Apakah jadi beli hewan qurban?" Dan Afra dengan mantap menjawab, "Jadi". 

"Ternyata lebih mahal dari yang ummi bilang. Mau ditambahin?"

"Mmm... ga usah. Cukup ko uangnya, gapapa diabisin aja. Nanti aku tinggal nyari lagi.." ujarnya ringan.

Subhanallah, walhamdulillah. Dan inilah sapi urunan Afra. Semoga menjadi kendaraan yang akan menjemputnya di jannah-Nya kelak. Aamiin.


Pembentukan Sistem Bank Sampah

diposting pada tanggal 10 Okt 2013 02.09 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui10 Okt 2013 02.13 ]

Seperti yang sudah diuraikan dalam kolom Perempuan PKS dan Pengelolaan SampahSistem Bank Sampah yang disodorkan oleh Perempuan PKS Kota Bandung sangat layak diterapkan sebagai kontribusi terhadap pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan Sistem Bank Sampah ini tujuan-tujuan yang ingin dicapai ialah
  1. Terciptanya lingkungan bersih dan sehat
  2. Berubahnya perilaku masyarakat dari yang tidak peduli lingkungan menjadi lebih peduli
  3. Cara pandang bahwa sampah bukan lagi musibah, tetapi bisa jadi Rupiah
  4. Muncul rasa kebersamaan dalam menjaga lingkungan yang sudah tertata 
  5. Perlakuan masyarakat terhadap sampah dengan lebih baik.
  6. Lahirnya kelompok peduli yang serius menangani permasalahan sampah
  7. Terciptanya kreatifitas terhadap produk dari sampah, hingga mampu menambah nilai ekonomi keluarga
  8. Slogan Buanglah Sampah Pada Tempatnya berubah menjadi Tempatkanlah Sampah Sesuai Jenisnya
Adapun tahapan teknis dan uraian kegiatan Sistem Bank Sampah dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Bank sampah kepada masyarakat.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan pemahaman dan paradigma baru kepada masyarakat tentang sampah. Sampah yang selama ini menjadi beban bagi warga akan menjadi suatu yang sangat bermanfaat, apabila dikelola secara telaten berbasis pola hidup dan kesadaran keluarga. Mengurai benang kusut masalah sampah Kota Bandung bisa tercapai, jika keluarga-keluarga sudah memiliki tanggung jawab, kepedulian, dan cara pandang sama mengenai sampah.

2. Pembentukan Unit Bank sampah

Setelah kesadaran masyarakat tumbuh, maka perlu tindak lanjut berupa kegiatan merespon dan mempraktikkan di lingkungan terdekat. Semakin banyak warga yang menyadari tentang arti penting penanganan sampah akan semakin banyak Unit–unit Bank sampah bermunculan. Target Perempuan PKS adalah terbentuk minimal satu kelurahan satu Unit Bank Sampah.

3. Pendampingan

Unit-unit Bank Sampah yang sudah terbentuk tentunya tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi perlu pendampingan dari para ahli, terutama mengenai keterampilan memilah dan administrasi Bank Sampah yang harus dikelola secara optimal.

4. Asosiasi Bank Sampah

Setelah berdiri Unit-unit Bank Sampah, langkah berikutnya diperlukan suatu wadah yang bisa menampung aspirasi untuk diteruskan kepada pihak terkait, terutama pemecahan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan, akses informasi mengenai kendala dan peluang, sehingga bisa menjadikan produktivitas Bank Sampah lebih meningkat dan sasaran berdampak nyata lebih jauh dalam mengurangi ihwal persampahan di Kota Bandung.

Penimbangan sampah di Bank Sampah RW 03 Dago Coblong
Penimbangan sampah di Bank Sampah RW 03 Dago Coblong
Saldo Tabungan Sampah milik warga
Saldo Tabungan Sampah milik warga

Perempuan PKS dan Pengelolaan Sampah

diposting pada tanggal 10 Okt 2013 02.05 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui10 Okt 2013 02.06 ]

Sejak dilantik tanggal 16 september 2013, tentunya bukan hal mudah bagi pasangan RIDO (Ridwan Kamil - Oded Muhammad Danial, Walikota dan Wakil Walikota Bandung) dalam mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat. Segudang harapan digantungkan oleh sejumlah 2.689.267 jiwa yang tinggal di 9.677 Rukun Tetangga dan 1.560 Rukun Warga di 151 kelurahan dan 30 kecamatan. Begitu banyak persoalan di Kota Kembang ini yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan, yang selama ini terkesan tidak pernah dituntaskan.

Disamping infrastruktur, sektor layanan publik yang menjadi tugas Pemkot Bandung pun masih banyak yang belum optimal. Salah satunya ialah masalah sampah. Hingga saat ini, warga Bandung masih tetap dihantui bencana Bandung Lautan Sampah, tujuh tahun silam. Sampai detik ini pun, masyarakat masih kesulitan membuang sampah karena minimnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan tak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Belum lagi, buruknya layanan air bersih yang dikelola BUMD milik Pemkot Bandung yang tidak dituntaskan Walikota pendahulunya, Dada Rosada, meski sudah menjabat selama dua periode, sejak tahun 2003 silam. 

Kini, setelah Ridwan Kamil dan Oded MD (RIDO) memimpin Kota Bandung, yang dalam pilwalkot lalu memperoleh kepercayaan 45,24% dari pemilih, sudah barang tentu ditagih janji keduanya untuk membangun Kota Bandung oleh warga. Dengan kekuatan sokongan APBD 2013 yang mencapai nilai Rp 4,264 triliun dan dengan pengelolaan yang benar dan bersih, warga Bandung sangat berharap RIDO bisa memenuhi harapan warga Bandung.

PKS, dalam hal ini adalah partai pengusung utama pasangan RIDO merasa bertanggung jawab untuk mendukung dan mengawal program-program yang dijanjikan kepada warga. Bidang Perempuan PKS turut berkontribusi aktif dalam mendukung dan menyukseskan program RIDO, salah satunya dalam hal penanganan sampah di Kota Bandung.

Laju pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan khususnya di Kota Bandung dan sekitarnya, mengakibatkan daerah pemukiman semakin luas dan padat. Dampak peningkatan aktivitas manusia, lebih lanjut mengakibatkan bertambahnya sampah. Pola pengelolaan sampah yang diterapkan di Kota Bandung saat ini masih berpola operasi konvensional, yaitu konsep Kumpul-Angkut-Buang. Pola ini menyebabkan tingginya beban penimbunan sampah di TPA, sehingga memerlukan tempat pembuangan yang luas. 

Kondisi kebersihan Kota Bandung saat ini, ditinjau dari sudut pandang pengelolaan sampah menunjukan kondisi yang belum bersih. Hal ini dapat dilihat pada daerah sentra kegiatan umum, seperti pasar, jalan-jalan protokol yang digunakan untuk kegiatan berdagang (pedagang kaki lima dan pasar tumpah), terminal, dan tempat-tempat umum lainnya. Fenomena umum yang sering terlihat adalah bertumpuknya sampah di beberapa lokasi TPS atau TPS liar. 

Saat ini, angka "produksi" sampah per kapita yang dihasilkan Kota Bandung adalah 2.301 liter/orang/hari. Dengan jumlah penduduk Kota Bandung sebanyak 2.270.970 jiwa, maka total volume sampah yang dihasilkan per sumber sampah pada tahun 2006 saja per hari mencapai 7.154 m3/hari. Data persentase per sumber sampah di Kota Bandung tahun 2006 menunjukkan
  • Permukiman: 65,56 %
  • Pasar: 18,77 %
  • Jalan: 5,52 %
  • Daerah Komersial: 5,99 %
  • Institusi: 2,81 %
  • Industri: 1,35 %
Dari data di atas terlihat bahwa penyumbang konstribusi terbesar dari sampah yang dihasilkan per hari di Kota Bandung bersumber dari permukiman, dengan proporsi sebesar 65,56 % atau 4.691m3/hari bila dihitung dari nilai total.  Dilain pihak, Daerah Komersial hanya menyumbang sebesar 5,99 % dari keseluruhan sampah yang dihasilkan per hari. "Produksi" sampah sebesar 18,77 % atau sebesar 1.343 m3/hari disumbang oleh pasar-pasar tradisional yang sebagian besar komposisi sampah yang dihasilkannya berupa sampah organik yang bersifat basah.

Produksi sampah terkecil justru dihasilkan oleh industri, yang menyumbang hanya 1,35 % dari total produksi sampah. Bila dilihat dari hasil laporan tahun 2006 tentang rekapitulasi data pengangkutan sampah dari tiap bulan, maka volume sampah yang terangkut selama satu tahun sebesar 478.414 m3 atau sekitar 1.805 m3/ hari.

Adapun permasalahan yang dihadapi untuk mewujudkan kota yang bersih terletak pada aspek masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah dan upaya menjadikannya sesuatu yang lebih banyak manfaat bahkan bernilai ekonomi tinggi. Untuk itu, Perempuan PKS turut berkontribusi nyata dalam hal penanganan hal ini, dengan mengembangkan Sistem Bank Sampah.

Perempuan PKS melalui Pos Eka Salam (Pos Ekonomi Keluarga Sahabat Alam) RW 12 Dago.  Menyulap sampah jadi rupiah, mau?
Perempuan PKS melalui Pos Eka Salam (Pos Ekonomi Keluarga Sahabat Alam) RW 12 Dago. 
Menyulap sampah jadi rupiah, mau?

Penanganan sampah dengan Sistem Bank Sampah sebenarnya merupakan kegiatan peduli lingkungan berupa penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya penanganan sampah dengan mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Cara pandang bahwa sampah yang harus dijauhi atau dimusuhi, sekarang didekati dengan mengolah, memanfaatkannya serta menjadikannya Rupiah dengan cara ditabung di Bank Sampah. Dengan demikian diharapkan masyarakat nantinya tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama pada sungai ataupun saluran drainase.


Penulis: Runingsih

Angkot Day, What Next?

diposting pada tanggal 20 Sep 2013 08.39 oleh Humas PKS Coblong


ridwan kamil jadi sopir di Angkot Day
Sukses dengan penyelenggaraan uji coba Angkot Day, agaknya ide yang digagas Riset Indie ini perlu segera dijadikan program untuk Kota Bandung. Warga sangat berharap agar Angkot Day digulirkan saja tiap hari. Model ini agaknya bisa jadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung, tidak dengan membuang infrastruktur lama dan menggantinya dengan yang baru, namun dengan mengoptimalkan sarana transportasi publik yang sudah ada ditambah dengan membenahi sistemnya.

Angkot Day memang taraf uji coba penajaman model solusi untuk mengatasi kemacetan Kota Bandung. Bila model terbukti jitu dan tajam, what next? Tweet @PKS_Coblong mungkin jadi ujung atau kesimpulan akhir.

  1. Kali ini akan min twitkan mengapa ada #AngkotDay, simak ya...
  2. #AngkotDay jd bahan ujicoba Riset Indie http://angkotday.info  utk ketahui model transportasi umum yg tepat utk Bandung
  3. Daripada meniadakan angkot, lebih baik mengoptimalkan armada angkot utk Bandung #AngkotDay
  4. Caranya? #AngkotDay
  5. Inti angkot tdk optimal sebab 1-kejar setoran -> 2-tarif tak standar 3-banyak ngetem -> 4-bikin macet 5-hak publik diabaikan #AngkotDay
  6. Solusi spy angkot tdk dibuang, supir tdk ditelantarkan, pengusaha angkot tdk mati usaha, hak nyaman u/ publik terlayani? #AngkotDay
  7. Ya tetap, supir angkot ttp berprofesi supir angkot #AngkotDay
  8. Solusi? ya tetap pengusaha angkot tetap miliki angkotnya utk beroperasi dan terima setoran dari si supir #AngkotDay
  9. Solusi? tp ada insentif / sweetener lain. apa itu? #AngkotDay
  10. Sapa supir yg ga mau dikejar setoran, tp terima nafkah tetap spt gaji min 200rb/hr? daftar di ProgramKhusus, asal penumpang gratis... #AngkotDay
  11. Sapa pengusaha angkot yang mo trima setoran lebih tinggi dikit dr biasanya? ikut aja ProgramKhusus, asal... #AngkotDay
  12. ...asal angkotnya dipercantik, supirnya jg ikut ProgramKhusus, angkot juga gratis buat penumpang #AngkotDay
  13. Warga senang, karena gratis, tidak usah bayar tarif angkot yg tak standar #AngkotDay
  14. Program tdk sustain dong, masak dari dana udunan (crowd funding) terus? tunggu dulu... #AngkotDay
  15. Jika warga happy dgn model ini, maka pendanaan bs dialihkan ke sumber yg sustain: APBD+iuran warga sendiri #AngkotDay
  16. Iuran warga bs macem2, misal otomatis KTP Bandung / Kartu Angkot #AngkotDay
  17. Pemilik KTP Bandung / Kartu Angkot gratis pakai angkot Bandung kemana2 asal bayar langganan (kartu) yg disubsidi APBD #AngkotDay
  18. Diharapkan target subsidi APBD Bandung jelas, terukur, tepat sasaran... #AngkotDay
  19. Karena riset ini perlu diuji, makanya didanai pake udunan (crowd funding) dulu spy cepat tereksekusi dan teruji modelnya #AngkotDay
  20. Nah jika sudah teruji jitu, bisa diprogramkan masuk APBD yang memang harus lewati prosesnya #AngkotDay
  21. Makanya awal2 #AngkotDay gratis, utk penajaman uji riset, plus meriah :)
  22. Jadi insya Allah tetap HARMONI khan antara supir angkot, pengusaha angkot, wargi bandung. wujud CINTA dan KERJA Riset Indie #AngkotDay
  23. Angkot d/ salah satu mode transportasi yg perlu dioptimalkan, mode lain insya Allah menyusul. end. #AngkotDay

Sikap Da'i Saat Hadapi Fitnah dan Ujian

diposting pada tanggal 7 Jun 2013 00.08 oleh Humas PKS Coblong


ilustrasi malam hening: lakso
Kehidupan seorang da’i sarat dengan ujian dan fitnah karena aktifitasnya sarat dengan aksi –aksi menyeru, mengajak kepada kebaikan dan memperbaiki kemunkaran. Aktifitas dakwah tersebut akan menyebabkan pihak tertentu (ahlul bathil) terganggu dan merasa dirugikan.

Kehidupan seorang da’i sarat dengan ujian dan fitnah karena itu sunnatu dakwah yang akan menjadi realitas berulang, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beberapa ayat al-Qur’an:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, lalu kemudian mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta.”(QS Al Ankabut: 2-3)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, bahwa pertolongan Allah itu Amat dekat.”(QS Al Baqarah: 214)

Fitnah dan ujian itu bisa menguatkan keimanan seseorang dan bisa juga menjerumuskan dan menyebabkannya futur dalam dakwah ini. Oleh karena itu, dibutuhkan penjelasan tentang sikap dan kiat–kiat da’i dalam mengahadapi fitnah, agar setiap da’i bisa menyikapinya dengan tepat dan tegar, dan lulus dalam melewati setiap fitnah dan ujian.

Ada sembilan sikap seorang da’i ketika diuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan fitnah, kesembilan penyikapan tersebut adalah:

Pertama, Muhasabah

Sikap pertama yang harus dilakukan adalah bermuhasabah, berintrospeksi diri atas apa yang telah dilakukan. Bermuhasabah adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firmanNya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Karenanya bermuhasabah adalah tradisi para sahabat dan generasi setelahnya, karena dengan bermuhasabah, setiap kekhilafan bisa diketahui dan diperbaiki sejak dini. Sebagaimana taujih Umar bin Al Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, “Evaluasi dirimu sebelum engkau dievaluasi.”

Kedua, Bertaubat

Langkah selanjutnya adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nashuha), sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS At-Tahrim: 8)

Bertaubat itu memiliki rukun dan prasyaratnya agar taubatnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. yaitu sebagai berikut:

A. Yang berkenaan dengan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berarti menunaikan hal-hal berikut:
  1. Menyesali dosa yang telah dilakukannya. Seorang muslim harus merasa bersalah dengan dosa yang dilakukannya, oleh karena itu ia harus menyesali perbuatannya tersebut.
  2. Berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi kesalahannya.
  3. Memperbaiki diri dengan memperbanyak amal-amal sholeh.
B. Hak-hak manusia:

Bertaubat juga harus menunaikan hak-hak manusia, yaitu:
  1. Mengembalikan hak orang lain. Jika kesalahannya tersebut adalah merampas dan mengambil hak orang lain, maka ia harus mengembalikannya kepada si empunya.
  2. Melakukan tabayyun (cek & recek) atas setiap informasi yang diterimanya, agar terhindar dari sikap bersu‟udzan kepada orang lain.

Ketiga, Bersabar

Langkah selanjutnya adalah bersabar atas fitnah yang menimpa da’i, dengan berkeyakinan bahwa semua ini adalah ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. untuk mengetahui hamba-hamba pilihan-Nya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat-ayat al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imran: 200)

Keempat, Taqarrub kepada allah Subhanahu wa Ta’ala

Setiap da’i harus senantiasa bertaqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. agar senantiasa dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala., karena sesungguhnya maksiat dilakukan karena jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bertaqarrub yang dimaksud adalah dua hal:
  1. Berkomitmen menunaikan kewajiban (fara‟id), seperti sholat lima waktu, puasa ramadhan, dan lain-lain.
  2. Memperbanyak ibadah atau amalan sunnah seperti shalat sunnah rawatib, puasa senin dan kamis, sholat tahajjud, tilawah al-Qur’an dan amalan sunnah yang lain, sebagaimana dalam hadits qudsi: 
“Tidak ada ibadah yang dilakukan oleh hamba-Ku yang lebih Aku cintai selain ibadah yang Aku wajibkan. Dan hambaku senantiasa bertaqarrub kepadaku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku yang menjaga pendengarannya, Aku yang menjaga pandangannya, Aku yang menjaga tangannya, Aku yang menjaga kakinya. Jika ia meminta kepadaku, maka Aku akan kabulkan. Dan jika ia berlindung kepadaku, maka Aku melindunginya.‟ (Shahih Al Bukhari, kitab Raqaiq, Bab Tawadhu‟, No. 6021)

Kelima, Menghindari tempat-tempat fitnah

Agar kita tidak terhindar dari fitnah, maka setiap da’i harus menghindari hal-hal atau tempat-tempat yang akan menjerumuskannya ke dalam fitnah.

Di antara hal-hal yang bisa mengakibatkan fitnah adalah sebagai berikut:

1. Harta, dengan segala bentuknya

Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang memberikan warning agar setiap muslim waspada dengan harta karena karakter harta itu dominan menyebabkan pelakunya kepada maksiat.

2. Perempuan

Begitu pula dengan perempuan, seperti halnya harta, perempuan adalah fitnah / ujian bagi manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan Shallallahu ‘Alaihi wa Sallamah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran: 14)

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS Al Anfal: 28)

3. Hal-hal syubhat

Menjauhi hal-hal yang syubhat termasuk hal yang harus dilakukan da’i agar bisa terhindar atau berhasil melewati ujian, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Dari Nu‟man bin basyir r.aberkata: saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas, diantara keduanya ada hal-hal syubhat yang tidak diketahui banyak manusia. Barang siapa yang menghindari hal-hal syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barang siapa yang melakukan yang syubhat, maka ia telah melakukan yang haram.‟

4. Teman yang tidak baik

Teman adalah cermin keperibadian sesorang, oleh karena itu jika ingin mengetahui ihwal seseorang, maka bisa diketahui dengan ihwal sahabatnya. Oleh karena itu harus dipastikan karib kita adalah orang-orang sholeh, sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap orang tergantung pada agama temannya, maka kalian lihatlah siapa yang dia jadikan teman.” (Musnad Ahmad, Kitab: Musnad al-muktsirin, Bab: Musnad Abi Hurairah, No. 7685)

5. Berambisi mendapatkan jabatan

Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan orang yang memegang amanah adalah orang memiliki kualifikasi dan kompetensi. Maka berambisi mendapatkan jabatan adalah perilaku tercela yang harus dihindarkan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dua serigala yang dilepas di tengah gerombolan kambing itu tidaklah lebih merusak dibanding merusaknya ambisi untuk mendapatkan harta dan jabatan terhadap agama seseorang.” (Sunan Tirmidzi, Kitab: Zuhud, Bab: ma ja‟a fi akhdzil mal bihaqqihi, no. 2298)

Maksud hadits tersebut adalah bahwa ambisi meraih harta dan jabatan berdampak merusak agama seseorang lebih dahsyat dari pada dampak kerusakan yang dibuat oleh dua ekor serigala yang menyerang segerombolan domba.

Keenam, Saling memberikan nasihat

Setiap da’i harus terbiasa saling memberi nasihat (tanashuh), karena hanya dengan itulah setiap da’i terbantu untuk memperbaiki diri. Jika yang terjadi sebaliknya, tidak ada budaya tanashuh dan kontrol internal melemah sehingga memungkinkan setiap da’i terperangkap fitnah atau tidak sabar menghadapinya.

Tanashuh dan lapang dada menerima nasihat adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Oleh karena budaya tanashuh tersebut tidak akan terwujud jika tidak diimbangi dengan sikap lapang dada; maksudnya setiap da’i jika mendapatkan nasihat, ia harus berlapang dada menerima masukan dan nasihat tersebut. Insya Allah Subhanahu wa Ta’ala nasihat itu memperbaiki kita. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Dari Tamim ad-Dari, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umum.” (Shahih muslim, kitab: al-iman, Bab: ad din nashihah, no. 82)

Ketujuh, Terus bekerja melayani

Setiap ujian dan fitnah tidak boleh menyebabkan kita futur dan berhenti berdakwah, tetapi sebaliknya, ujian tersebut harus menjadi cambuk agar setiap da’i lebih bersemangat dalam beramal dan berdakwah.

Kerja-kerja dakwah itu sangatlah luas, di antara amal dakwah yang menyentuh hajat masyarakat adalah dakwah dalam bidang sosial, dakwah dalam bidang kesehatan agar masyarat hidup sehat, berdakwah dalam bidang keamanan agar masyarakat hidup aman dan nyaman, berdakwah dengan membangun infrastruktur agar fasilitas masyarakat terpenuhi sehingga mereka lancar dan leluasa melakukan hajat dan aktifitas hidupnya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah: 105)

Delapan, Husnudzan terhadap ikhwah dan dakwah

Setiap da’i senantiasa berhusnudzan terhadap ikhwah dan dakwah. Setiap kali mendengar kabar tidak baik tentang seorang akh atau dakwah, maka harus mengedepankan husnudzan, hingga mendapatkan informasi / penjelasan dari dakwah. Prinsip berhusnudzan ini yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Tidakkah sebaiknya ketika kamu mendengar (berita bohong) itu orang-orang mukminin dan mukminat bersangka baik terhadap diri mereka sendiri.” (QS An-Nur: 12)

Apalagi jika informasi bersumber dari orang fasiq, maka kita tidak boleh percaya sebelum tabayyun terhadap berita tersebut, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al Hujarat: 6)

Sembilan, Istiqomah dalam Jama’ah

Ujian dan fitnah adalah fitrah dalam perjuangan dan dakwah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imron: 200)

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS Al Hajj: 77)

Oleh karena itu setiap ujian dan fitnah itu tidak boleh membuat da’i futur, tetapi sebaliknya, harus membuat tetap istiqomah dalam dakwah ini.


Penulis: DR. Surahman Hidayat
Sumber: Fimadani

Kajian Surat Yaasiin: Mission Impossible Para Nabi

diposting pada tanggal 11 Mei 2013 07.57 oleh Humas PKS Coblong


Surat Yaasiin
Jika kita diminta berdakwah ke tengah masyarakat yang memiliki karakter buruk, angkuh, songong, ndablek hatinya sudah tertutup dengan kesombongan dan kemusyrikan yang sudah berkarat, apa yang kita lakukan? Sanggupkah kita menerima amanah dakwah itu? Atau mungkin seribu alasan kita kumpulkan agar tugas itu tidak jatuh ke pundak kita.

Inilah Mission Impossible, situasi buruk yang dihadapi para Nabi.

Tengoklah kisah Nabi Musa AS yang diminta untuk mendatangi Firaun pemilik tentara paling kuat di zamannya, punya kekuasaan tak terbatas sampai mengaku sebagai Tuhan. Sementara, Musa punya beban psikologis yang berat, karena dibesarkan oleh Fir’aun di istananya yang megah. Berapa persentase kemungkinan Fir’aun akan menerima dakwah nabi Musa? Mungkin 0,0001%. 

Apa Musa menolak? "Ya Tuhan… jangan saya deh yang datangi Fir’aun, saya kan banyak hutang budi, saya dibesarkan oleh kebaikan Asiah istri fir’aun!!!" Namun ternyata bukan penolakan yang dilakukan Musa, tapi ketaatan dan ketegaran menjalani semua tugas tersebut.

Begitu pula dengan Nabi Nuh AS. 950 tahun berdakwah hanya memiliki sedikit pengikut. Namun Nuh tetap menjalani misinya dengan segala keteguhan. Apakah Allah SWT komplain kepada Nuh yang tak berhasil membawa banyak pengikut? Ternyata tidak. Allah SWT tidak pernah melihat hasil, tetapi Allah SWT melihat proses dan perbuatan amal manusia.

(وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٠٥

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

Mari kita buka sirah Rasulullah Muhammad SAW. Mission Impossible yang harus Beliau lakukan sangat berat. Terlahir sebagai yatim dari keluarga miskin, tidak punya harta  dan kedudukan, apalagi  pengikut. Namun Allah SWT mengangkatnya menjadi seorang Nabi dengan tugas yang Mission Impossible. Mengapa dianggap impossible? Karena tanpa bekal apa-apa Muhammad SAW harus berdakwah ditengah kaum yang hidupnya keras, biasa berperang, angkuh, sombong , buta, dan tuli hatinya. Karakter masyarakat Makkah ketika itu digambarkan lehernya mendongak, tidak pernah menunduk. Artinya keangkuhan dan kesombongan sudah mengakar kuat mendarah daging, mereka kaum yang sulit menerima nasihat. Bahasa lainnya susah didakwahi. Gambaran jelas tentang mereka dalam Surat Yaasiin ayat 8-10.

(إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ ﴿٨﴾ وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴿٩
( وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٠

“Sesungguhnya kami Telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat Melihat. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (Yaasiin: 8-10)

Mengapa saat Allah SWT sudah bilang karakter orangnya susah didakwahi, tapi tetap menyuruh Rasul SAW berdakwah? Kenapa pula Rasulullah SAW mau melakukannya?

Setidaknya ada 3 alasan mengapa para Nabi dan Rasul tetap setia dengan misi dakwahnya, merubah yang impossible menjadi possible, yaitu:

1. Yakin

Keyakinan yang kuat karena dakwah ini perintah Allah SWT, pasti Allah SWT tidak akan meninggalkannya sendirian. Tidak mungkin Allah SWT memerintahkan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Yakin pasti bisa dilakukan. Berapa persen tingkat keberhasilannya? Itu bukan urusan Nabi, karena Nabi hanya melakukan apa yang diperintahkan Allah SWT. Soal hasil terserah Allah SWT.

Seorang diri Rasulullah berdakwah tanpa bosan dan putus asa. Rasulullah direct selling sendirian, bahasa Islamnya silaturahim kepada siapa saja, yang dikenal maupun orang asing. "Sudilah kiranya Anda duduk sebentar mendengarkan saya, jika ucapan saya Anda sukai silahkan bergabung jika tidak suka Anda boleh pergi."

Dakwah Rasulullah mendapat celaan, hinaan, ancaman, siksaan, pemboikotan dan pembunuhan pengikutnya dari golongan budak yang lemah. Sampai Allah SWT gambarkan dalam Surat Al An’am ayat 33, betapa sedih dan sempit dada Rasulullah mendengar ejekan dan komentar mereka dalam mensikapi dakwah Rasulullah.

(قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ ﴿٣٣

“Sesungguhnya kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), Karena mereka Sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (Al-An’am: 33)

Dalam ayat Ini Allah SWT menghibur Nabi Muhammad SAW dengan menyatakan bahwa orang-orang musyrikin yang mendustakan nabi, pada hakekatnya adalah mendustakan Allah SWT sendiri, karena nabi itu diutus untuk menyampaikan ayat-ayat Allah SWT.

Dengan keyakinan dan kesabaran  perlahan-lahan dakwah ini bersemi. Jika dihitung berapa banyak penduduk Makkah yang mati kafir dan yang beriman? Tentu lebih banyak yang beriman. Pada perang Badar yang mati 70 orang, perang uhud belasan orang. Bandingkan yang beriman pada Fathu Makkah yaitu 2000 orang. Nabi SAW membuktikan impossible menjadi possible.

2. Allah Maha Teliti mencatat amal manusia.

Allah SWT sangat menghargai proses, yang penting beramal dengan cara yang benar. Allah SWT tidak pernah menuntut hasil. Ketika seluruh energi telah dikerahkan, segala daya upaya telah dipersembahkan, maka Allah SWT akan tunjukkan jalan setapak demi setapak. Seperti dalam Surat Al Ankabut ayat terakhir

(وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut: 69)

Selama 10 tahun Rasulullah SAW direct selling di Makkah, tiap musim haji Rasulullah SAW mendatangi tenda-tenda kabilah yang datang untuk thawaf di Ka’bah, baru pada tahun ke 11 kenabian Allah SWT bukakan hati penduduk Yatsrib 6 orang  Suku Aus dan Khadraj untuk masuk Islam. Ya, dari 6 orang ini Islam bersemi di Madinah, selanjutnya Rasulullah SWT mengutus Mush’ab bin Umair untuk berdakwah di Madinah, meluaskan ekspansi dakwah, menyiapkan ladang subur kedatangan para sahabat yang mendapat siksaan untuk berhijrah, puncaknya Rasulullah SAW pun berhijrah pada tahun ke-13.

Merekalah yang diberi gelar Kaum Anshar yang siap menampung Kaum Muhajirin. Seluruh proses dakwah yang Rasulullah SAW lakukan bersama Sahabat mendapat ganjaran dari Allah SWT. Bahkan seluruh amal perbuatan manusia dicatat yang baik ataupun yang buruk. Catatan amal inilah yang akan Allah SWT perlihatkan kelak di hari kiamat.

(وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧
(مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨

“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 16-18)

Meskipun Nabi sudah dijamin masuk surga, namun tetap semangat mengumpulkan amal, semangat berdakwah. Kalau bapaknya tetap kafir, Rasulullah SAW berharap anak cucunya akan masuk Islam. Al Walid bin Mughiroh kafir sampai matinya, namun tiga dari empat anaknya masuk Islam salah satu yang terkenal adalah si pedang Allah Khalid bin Walid.

Mari kita buat catatan indah untuk diri kita, hingga ketika dibangkitkan di hari kiamat catatan itu menjadi saksi amal sholeh kita.

3. Contoh yang menginspirasi Nabi berdakwah

Contoh ini Allah SWT gambarkan dalam Surat Yaasiin ayat 13 -27. (Karena panjangnya ayat tersebut, kami harap agar Pembaca melihat langsung ke mushaf)

Allah SWT gambarkan perumpamaan suatu negeri yang selalu menolak utusan Rasul dari Allah SWT sampai Rasul yang ketiga juga ditolak. Datanglah seorang laki-laki dari kaumnya berkata: "Hai kaumku ikutilah utusan-utusan itu". Namun kaumnya malah membunuh laki-laki itu. Dan Laki-laki itu masuk surga.

Ya, itulah Mission Impossible yang Rasulullah SAW lakukan. Manusia tidak ada yang sempurna, justru ketidaksempurnaan inilah menyebabkan manusia perlu untuk saling menasihati dan saling memberi peringatan. Jangan berpikir harus banyak ilmu dulu baru berdakwah, banyak amal sholeh dulu baru berdakwah. Selalu merasa diri tak layak jadi dai, tak layak jadi murabbi karena masih banyak dosa, masih kurang ilmu. Mari kembali buka sirah, bandingkan kondisi kita hari ini dengan kondisi Rasulullah SAW.

Nabi SAW terlahir sebagai yatim, masih kecil ibunya wafat, dirawat kakeknya, kakeknya pun wafat, dirawat pamannya yang miskin dan punya anak banyak. Bandingkan dengan diri kita apakah kita yatim piatu? miskin? Gak punya pekerjaan? Mana lebih buruk kondisi kita dengan kondisi Rasulullah SAW?
Nabi hidup ditengah kaum yang angkuh, keras, sulit didakwahi. Kita? Hidup ditengah masyarakat yang santun, ramah, murah senyum, suka menolong.

Rasul SAW hidup di negeri tandus dan gersang, negeri yang hampir tidak bisa ditanami. Bagaimana dengan negeri kita? Oooh "Sepenggal Firdaus". "Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman", kata Koes Plus.

Yaa Akhii… ya Ukhtiii… apalagi yang menghalangimu untuk berdakwah (direct selling / mapay lembur / kukurusukan / blusukan). Yoo...  ayooo... mari BEKERJA, buktikan CINTAMU pada pertiwi… wujudkan HARMONI negeri.


Sumber: Dakwatuna

Kontestasi Politik Pemilihan Gubernur Jabar

diposting pada tanggal 20 Feb 2013 20.26 oleh Humas PKS Coblong


maskot pilgub jabar
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung merupakan salah satu wujud pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di
tingkat lokal, sebab demokrasi menuntut adanya suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pilkada memberikan peluang bagi masyarakat untuk memilih pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sesuai dengan keinginan mereka, yaitu kepala daerah yang memiliki kesederhanaan pribadi, visi dan misi, serta pengalaman dalam memimpin.

Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta memberikan banyak contoh tentang apa yang diinginkan masyarakat terhadap sosok pemimpin mereka, sehingga mayoritas masyarakat Jakarta memilih pasangan Jokowi dan Ahok. Kemenangan Jokowi atas Fauzi Bowo tidak hanya didukung oleh kepopuleran Jokowi dalam media, sebab jika berbicara soal popularitas Fauzi Bowo secara pribadi juga banyak dikenal oleh masyarakat Jakarta. Akan tetapi kemenangan Jokowi dikarenakan dirinya terkenal sebagai pribadi yang sederhana, tegas, merakyat, memiliki visi dan misi, serta memiliki pengalaman keberhasilan dalam memimpin Kota Surakarta.


Meskipun Jawa Barat berbeda dengan Jakarta, namun terpilihnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta sepertinya akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Dampak tersebut adalah adanya keinginan masyarakat Jawab Barat agar provinsi ini kedepan juga dapat dipimpin seseorang yang mempunyai visi dan misi, pribadi yang sederhana, tegas dan merakyat, serta pengalaman keberhasilan dalam memimpin.

Kontestasi Politik dan Good Life

Pemilihan kepala daerah dalam era yang demokratis bertujuan untuk memilih sepasang calon kepala daerah dan wakil yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, karenanya kontestasi politik dalam Pilkada Gubernur Jawa Barat harus diprioritaskan pada persaingan visi dan misi serta pogram pasangan calon kepala daerah agar masyarakat Jawa Barat mengetahui dan paham terhadap orientasi politik calon pemimpin mereka. Kontestasi Pilkada adalah kontestasi politik, yang apabila mengacu kepada pendapat Aristoteles bahwa “politics is a good life” maka siapapun calonnya harus paham bahwa orientasi kontestasi politik dalam Pilkada bukan hanya untuk mendapatkan kekuasaan tetapi juga bagaimana menggunakan kekuasaan itu untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya masih ada pasangan calon kepala daerah dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat terlihat belum memahami hakekat dari kontestasi politik sebab masih terlihat mengandalkan image atau citra, seperti misalnya penggunaan baju kotak-kotak yang merupakan image dari pasangan Jokowi dan Ahok yang kemudian digunakan oleh pasangan Rieke dan Teten.


Meskipun tidak ada yang melarang bagi pasangan calon untuk menggunakan image dari orang lain, tetapi guna mencapai kehidupan yang lebih baik (good life) dari hasil kontestasi politik Pilkada Gubernur Jawa Barat maka pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah perlu memiliki dan mengutamakan visi dan misi, program, serta tindakan dan perilaku yang berorientasi pada kepentingan rakyat.


Kemenangan Jokowi dalam Pemilihan Gubenrur DKI Jakarta tidak ditentukan dari faktor pakaian semata sebab faktor utamanya adalah tetap pada kesederhanaan diri, visi dan misi, serta pengalaman akan keberhasilannya dalam memimpin Kota Solo. Pakaian dengan motif kotak-kotak yang sederhana pada Jokowi justeru disesuaikan dengan apa yang telah melekat pada dirinya.

Visi, Program, Prestasi dan Pengalaman Cagub

Kontestasi politik dalam Pilkada Gubernur Jawa Barat adalah yang terbesar setelah Provinsi DKI Jakarta, sebab Jawa Barat merupakan provinsi kedua setelah Jakarta yang menjadi barometer kekuatan politik nasional. Banyak partai politik berusaha untuk semaksimal mungkin memenangkan persaingan politik di Jawa Barat. Beberapa upaya yang dilakukan oleh partai politik diataranya adalah dengan menempatkan kalangan selebritis baik sebagai kepala daerah ataupun wakil kepala daerah, mengingat kalangan selibritis adalah orang yang telah populer di masyarakat sehingga diharapkan mampu membantu memperoleh suara masyarakat.

Akan tetapi dicalonkannya selebritis dalam Pilkada Jawa Barat diharapkan tidak hanya untuk meraup suara politik masyarakat, karena masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang terkenal tetapi juga membutuhkan pemimpin yang merakyat, tegas, cerdas dan visioner, sehingga dapat membawa Jawa Barat menuju ke arah yang lebih baik.


Kembali merujuk kepada keberhasilan Jokowi dalam merebut hati masyarakat Jakarta, maka keberhasilan itu bukan dikarenakan sosoknya yang populer sebagai selebritis, melainkan karena visi, prestasi dan pengalamannya sebagai seorang walikota dan sikapnya yang merakyat selama memimpin Kota Surakarta (Solo). Karena itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang ingin merebut hati masyarakat perlu merakyat, tegas, cerdas dan visioner, serta memiliki pengalaman.

Kekuasaan untuk Kebaikan Masyarakat

Ditengah kontestasi politik yang begitu ketat, Pilkada Jawa Barat harus tetap dijadikan alat dalam mewujudkan kehidupan politik yang sehat dan bersih. Hakekat meraih kekuasaan dalam kehidupan politik yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah harus disesuaikan dengan makna kehidupan yang demokratis, dimana diantara masing-masing kandidat harus ada persaingan yang sehat (sportif). Setiap pasangan calon kepala daerah dan wakil dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada proses meraih kekuasaan, tetapi lebih dari itu juga dituntut untuk menjalankan kekuasaan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat banyak.

Sebagaimana diutarakan oleh John Locke bahwa kekuasaan atau kekuatan politik dalam kehidupan demokrasi haruslah didasarkan pada upaya untuk menciptakan kebaikan
masyarakat (political power only for the public good). Apabila kebaikan masyarakat menjadi tujuan dari pasangan calon kepala daerah maka dengan sendirinya masyarakat dapat melihat mana calon yang selama proses Pilkada lebih mengedepankan moral dan etika publik, baik terhadap masyarakat maupun perilakunya terhadap kandidat lain.

Disaat banyak calon kepala daerah berusaha untuk merebut simpati masyarakat, maka masyarakat Jawa Barat sendiri disisi lain perlu berpartisipasi aktif dalam menentukan calon kepala daerah yang baik menurut pilihannya, tentu dengan mempertimbangkan kepribadian calon kepala daerah dan wakilnya, serta sikapnya yang
merakyat, tegas, cerdas, visioner dan berpengalaman.

Penulis: Yusa Djuyandi, Dosen Politik Universitas Bina Nusantara dan Mahasiswa S3 Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Diterbitkan di Tribun Jabar, Kamis 14 Februari 2013

Reformasi Polri Belum Usai

diposting pada tanggal 22 Okt 2012 21.41 oleh Humas PKS Coblong


logo polri
Polemik Polri dan KPK saat ini rasanya dapat dikatakan sebagai polemik Cicak versus Buaya jilid II, dan posisi Polri kali ini masih sebagai pihak yang bersebrangan dengan masyarakat yang menyuarakan sikap anti korupsi. Penggambaran cicak versus buaya secara langsung juga mencerminkan sebuah posisi siapa yang kuat dan siapa yang lemah, dan sangat tampak bahwa Polri masih menunjukkan posisinya sebagai lembaga yang memiliki kekuatan dengan mendatangi kantor KPK tanpa adanya prosedur hukum yang jelas. Merujuk kepada pendapat Kapolri bahwa tidak ada perintah untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap Kompol “N” yang juga selaku penyidik KPK.

Sebagai institusi yang tugasnya bergerak di dalam penegakkan hukum, Polri saat ini memang sedang mendapatkan kepercayaan yang rendah dari masyarakat sebab Polri dianggap masyarakat sebagai sebuah institusi penindas dan bukan institusi penegak hukum yang profesional, munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri inilah yang kemudian membuat Kapolri melontarkan pernyataan “Polri dalam keadaan terjepit”.

Kalau kita ingin menelusuri lebih dalam terkait masih rendahnya dukungan serta kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, maka hal ini disebabkan karena sikap arogansi kepolisian sendiri dan rendahnya kepedulian lembaga ini terhadap masyarakat, khususnya yang terkait dengan adanya desakan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Arogansi sikap aparat kepolisian yang dibawa ke kantor KPK dengan menjemput paksa penyidik dan memaksa masuk kantor KPK menunjukkan bahwa sifat militeristik dan represif masih dipertahankan. Ketika sikap arogansi yang menekankan pada unsur kekuatan masih melekat pada institusi kepolisian maka dapat dikatakan bahwa reformasi kepolisian belum tuntas.

Sikap arogansi merupakan hal yang sepatutnya dihapuskan dari tubuh Polri, hal ini disebabkan bahwa Polisi adalah aparatur negara yang bertugas untuk menegakkan hukum, melayani masyarakat, dan melindungi masyarakat. Dalam rangka mewujudkan ketiga hal tersebut maka sudah seharusnya Polri mendukung upaya pemberantasan korupsi, termasuk di internal kepolisian sendiri. Polri seharusnya mewarisi sejarah kepolisian Inggris yang menampilkan diri sebagai tipe polisi modern dimana polisi lebih berwatak sipil sebagaimana banyak dikenal dengan istilah “moving away from military configurations and shaking hands with the entire community”.

Lanjutkan Reformasi Polri

Lain halnya dengan KPK maka lain pula dengan Polri. Seharusnya pasca pemisahan dari TNI pada tanggal 1 April 1999, institusi kepolisian sudah harus mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya dengan upaya pemberantasan terorisme melainkan juga dalam hal penegakkan hukum. Upaya mereformasi Polri sepertinya masih sebatas pada pemisahan insitusi, fungsi dan kewenangan Polri dari TNI, karenanya reformasi kepolisian masih dihadapkan pada sebuah tantangan dalam menciptakan kepolisian yang handal dan profesional yang kemudian dapat dipercaya oleh masyarakat secara luas.

Disatu sisi masyarakat telah melihat dan menilai kinerja KPK selama ini cukup baik dalam mengungkap berbagai kasus korupsi di negeri ini, dengan mampu memperkarakan para koruptor serta cukup banyak mengembalikan uang negara yang hilang. Sedangkan disisi lain untuk urusan pemberantasan korupsi Polri masih terlihat lebih lemah dari KPK, bahkan menjadi salah satu institusi yang masih harus dibersihkan dari korupsi itu sendiri. Sudah sepatutnya Polri mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh KPK agar wibawa kepolisian menjadi kembali meningkat, dan bertindak agresif serta arogan bukan merupakan cara yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Konsep perpolisian yang berbasiskan pada kepentingan masyarakat “community-oriented policing” dan bukan pada kepentingan kekuasaan seperti yang dikemukakan George Kelling (1988) harus diimplementasikan dalam kelanjutan proses reformasi kepolisian, sebab konsep ini menjadikan masyarakat sebagi pusat pelayanan, masyarakat dibiarkan menentukan sendiri agenda apa yang ingin dijalankan dan agenda itu pula yang kemudian dilaksanakan oleh polisi. Konsep ini telah diakui mempunyai sisi positif dalam menciptakan citra kepolisian yang positif, peduli terhadap masyarakat, dinamis, mampu bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain, netral dan demokratis, serta mampu melindungi dan mengayomi masyarakat.

Kedepan berbicara mengenai lembaga kepolisian yang reformis maka yang harus terbentuk adalah lembaga negara yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, tanggap terhadap tuntutan masyarakat, transparan, bertanggungjawab, berpatokan pada kaidah hukum dan keadilan.


Penulis: Yusa Djuyandi, Dosen Politik Universitas Bina Nusantara dan Mahasiswa S3 Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Diterbitkan di Pikiran Rakyat, Senin 8 Oktober 2012

Memaksimalkan Ibadah untuk Pahala yang Maksimal

diposting pada tanggal 22 Jun 2012 05.48 oleh Humas PKS Coblong


Assalaamu'alaikum.

Alhamdulillahi robbil 'alamiin. Segala puji hanya bagi Allah SWT, penguasa alam semesta ini. Dia-lah satu-satunya yang wajib kita tunduk dan taat kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Rosulullah SAW, beserta keluarganya, sahabat, dan pengikut setianya hingga akhir zaman.

Yang Pertama dan paling utama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan segala nikmat-Nya kepada kita. Kita sadari ataupun tidak kita sadari, pada dasarnya kita bisa beribadah, kita bisa beramal sholih, kita bisa berinfaq, kita bisa shaum, dan kita bisa mengerjakan amal-amal sholih lainnya semata-mata karena nikmat yang Allah SWT limpahkan kepada kita. Maka, sudah sepantasnyalah kita bersyukur akan nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Allah SWT berfirman (QS 14:7)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدُُ

Kalau kita bersyukur, maka Allah SWT akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Sebaliknya yang kufur akan nikmat yang Allah berikan, maka akan mendapatkan adzab Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 21:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah Menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa"

Dalam setiap ibadah kita, semua jenis ibadah, pada intinya adalah merupakan sebuah proses metamorfosa, sebuah proses perubahan derajat diri kita. Dalam surat Al-Baqoroh ayat 21 ini, ibadah akan mengubah manusia menjadi bukan manusia biasa, akan tetapi menjadi manusia yang bertakwa.

Dalam ayat lain masih dalam surat Al-Baqoroh, yaitu ayat 185, Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai Orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa puasa merupakan metamorfosa orang-orang beriman menjadi orang bertakwa.

Pada intinya semua ibadah kita, shaum, sholat, zakat, dll merupakan sebuah metamorfasa diri kita menjadi lebih baik. Pertanyaannya adalah, sudahkah ibadah-ibadah kita merupakan sebuah metamorfosa kita menjadi lebih baik? Ibadah kita meningkatkan derajat kita disisi Allah SWT?

Ada beberapa tips yang harus kita perhatikan agar ibadah kita maksimal, sehingga insya Allah menghasilkan pahala yang maksimal dari Allah SWT.

1. Planing : Perencanaan

Rencanakan ibadah kita. Ibadah kita kalau ingin maksimal tidak bisa seadanya (sunda : sabrehna atau sakasamperna). Ibadah kita kalau ingin maksimal harus direncanakan dengan matang. Dipersiapkan dengan sempurna.

Dalam kajian ilmu fikih, semua ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun ibadah yang pertama. Terlepas dari perbedaan cara berniat diucapkan ataupun tidak, tetapi semua ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun ibadah yang pertama. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa ibadah kita harus kita rencanakan dengan matang, harus kita persiapkan secara maksimal.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar sebelum tidur kita berdoa, berdzikir, dan diniatkan bangun untuk qiyamul lail. Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada kita, untuk mempersiapkan romadhon bukan sehari sebelum romadhon, tetapi 2 bulan sebelum romadhon. Rosulullah memberikan tuntunan do’a di bulan Rajab yang agung, yaitu:

اللهم بارك لنا فى رجب و شعبان وبلغنا رمضان

"Ya Allah berkahilah kami di bulan rojab dan sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan romadhon"

Rosulullah SAW yang agung mempersiapkan romadhan jauh-jauh hari. Sejak bulan rojab beliau mempersiapkan romadhon.

Jadi untuk Ibadah yang maksimal maka kita harus mempersiapkan secara maksimal pula.
Kalau persiapan untuk ibadah kita lakukan secara maksimal, Insya Allah hasilnya pun maksimal.

2. Do : Kerjakan

Niat saja tidak cukup. Kita harus memaksimalkan pengerjaan ibadah kita dengan maksimal. Kita harus melakukan ibadah kita dengan sempurna. Sempurnakan keilmuan kita tentang ibadah kita, perkaya pengetahuan kita tentang ilmu ibadah kita, maka kita akan bisa menyempurnakam pengerjaan ibadah kita.

Kalau ibadah kita kerjakan dengan keilmuan yang sesuai, dengan penuh kesempurnaan, Insya Allah ibadah kita akan maksimal, sehingga hasilnya pun akan maksimal pula

3. Cek dan Evaluasi : Mutaba’ah

Kalau kita evaluasi diri kita, dari usia berapa kita sholat? Sudah berapa tahun kita sholat? Usia berapa kita shaum? Sudah berapa tahun kita shaum?

Evaluasi atau mutaba’ah akan amal-amal kita mutlak harus kita lakukan. Kalau kita evaluasi sudahkah bacaan sholat kita lakukan dengan benar? Sudahkah shaum kita lakukan dengan benar? Sudahkah ibadah-ibadah kita, amal-amal kita, kita lakukan dengan benar?

Dengan evaluasi atau mutaba’ah kita akan mengetahui kekurangan-kekurangan kita dalam ibadah. Tanpa evaluasi kita tidak akan tahu kekurangan-kekurangan kita dalam ibadah. Sehingga kalau kita melakukan mutaba’ah akan ibadah-ibadah kita, Insya Allah kita akan senantiasa memperbaik terus ibadah kita.

4. Action : Lakukan perbaikan

Yang terakhir, kita lakukan perbaikan akan ibadah-ibadah kita secara terus menerus. Kita lakukan perbaikan-perbaikan menuju kesempurnaan ibadah kita.

Kalau kita sudah melakukan 4 hal di atas (PDCA : Plan, Do, Check, Action) Insya Allah ibadah kita akan menuju kesempurnaan, sehingga balasan dari Allah SWT pun Insya Allah maksimal.

Kalau kita mengambil ibrah dari dua jenis makhluk Allah SWT yaitu ulat dan ular, kita bisa melihat bahwa ulat adalah sesuatu yang menakutkan, menjijikan. Jarang orang yang senang ulat. Tetapi ketika ulat itu sudah bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah, banyak orang yang suka. Bahkan banyak kolektor kupu-kupu.

Di sisi lain, seokar ular adalah sesuatu yang menakutkan, dalam kurun waktu tertentu, ular sudah tua dia berganti kulit. Tetapi setelah berganti kulit, ular tetap ular yang menakutkan. Bahkan setelah ganti kulit bisa jadi lebih menyeramkan.

Maka ibadah kita yang baik, harus seperti metamorfosanya ulat menjadi kupu-kupu, menjadi lebih baik. Akhlak kita menjadi lebih baik. Jangan seperti ular yang hanya berganti kulitnya saja. Tanpa ada perubahan yang lebih baik. Marilah kita perbaiki terus ibadah kita, kita tingkatkan terus amal-amal sholeh kita, sehingga ibadah kita menjadi ibadah yang maksimal dan mendapat balasan dari Allah SWT yang maksimal pula.

Selamat mempersiapkan romadhon 1433 H. Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah-ibadah kita di romadhon tahun ini, sehingga mendapat balasan yang maksimal.

Wallahu a'lam.

penulis: Mohamad Agus Solihin, SST

1-10 of 10